Soal :
1. Apa yang di maksud dengan
hemokonsentrasi?
2. Apa yang di maksud dengan deep
vein thrombosis (DVT)?
3. Apa yang di maksud dengan
plasenta degenerasi?
4. Bagaimana cara mengatasi
macam-macam komplikasi atau infeksi yang terjadi pada masa nifas?
5. Berikan contoh infeksi sekunder
dan primer?
6. Bagaimana cara mengatasi nyeri
miometrium pada masa persalinan?
7. Jelasakan bagaimana mekanisme
kerja oksitosin?
8. mengapa bayi tidak turun-turun
sedangkan pembukaan sudah lengkap?
9. Apa yang menyebabkan masa nifas
ibu menjadi lama?
10. Mengapa ibu nifas sering BAK?
11. Apa perbedaan kala 1, 2, dan 3
dalam mekanisme persalinan?
12. Apa saja yang terjadi pada
komplikasi persalinan normal?
13. Jika masih dalam pembukaan sang
ibu di berikan suntikan oksitosin untuk mengeluarkan bayinya, dan bayinya tidak
mau keluar, jelaskan mengapa?
Jawaban :
1. Hemokonsentrasi adalah
peningkatan jumlah sel darah merah yang dihasilkan baik dari penurunan volume
plasma atau peningkatan produksi eritrosit.
2. Deep vein thrombosis (DVT) adalah
bekuan darah yang dapat membawa kematian jika menimbulkan penyumbatan total,
misalnya bekuan darah didalam arteri koronaria akan menimbulkan serangan
jantung atau bekuan darah didalam pembuluh darah serebral akan menyebabkan
stroke.
3. Degenerasi adalah perubahan
struktural yang menurunkan vitalitas jaringan tempat perubahan itu terjadi.
Jadi, plasenta degenerasi disini maksudnya adalah tempatdimana implintasi
plasenta pada endometrium mengalami penurunan vitalitas jaringan.
4. Cara mengatasi macam-macam
komplikasi atau infeksi yang terjadi pada
masa nifas adalah :
a.
Luka-luka
dirawat dengan baik, jangan sampai kena infeksi, begitu pula alat-alat dan
pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat kandungan steril.
b.
Penderita
dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi dalam ruangan khusus, tidak bercampur
dengan ibu sehat.
c.
Pengunjung-pengunjung
dari luar hendaknya pada hari-hari pertama dibatasi sedapat mungkin.
5. Contoh infeksi sekunder :
Involusi uterus yang berlangsung
lambat ( sub involusi ) yang mengindeksasikan adanya ritensi produk konsepsi
yang biasanya ditandai dengan adanya 10 chia rubra yang terus menerus keluar
disertai bau yang menusuk.
Contoh infeksi primer :
Endometritis.
6. Cara mengatasi nyeri miometrium
pada masa persalinan adalah dengan cara melakukan latihan fisik, melatih
pernafasan, melakukan relaksasi agar mendorong kontraksi uterus, mandi air
hangat dan melakukan yoga.
7. Oksitosin dapat diberikan dengan
cara intramuscular, intravena,sublingual atau intrasal. Oksitosin bekerja dalam
waktu satu menit setelah pemberian intravena, kemudian menjadi stabil selama
15-60 menit. Waktu paruh oksitosin diperkirakan dari 1-2 menit, oksitosin akan
di eliminasi dalam waktu 30-40 menit sesudah pemberiannya.
8. Pembukaan sudah lengkap tetapi
bayi tidak turun-turun disebabkan karena sempitnya panggul dan bisa juga
disebabkan karena prolapsus tali pusat dan kematian janin.
9. Yang menyebabkan masa nifas ibu
menjadi lama mungkin dikarenakan :
a.
Ibu
tidak memperhatikan kebersihan pada daerah alat kelaminnya (vulva hygiene dan
personal hygiene) mengakibatkan lamanya robekan atau luka pada vagina akibat
melahirkan sukar atau lama untuk menjadi kering karena keadaan yang selalu
kotor.
b.
Kurang
istirahat selama masa nifas karena kurang istirahat akan menyebabkan pengurangan
jumlah ASI yang di produksi, memperlambat proses involusi uterus dan
memperbanyak perdarahan.
c.
Selama
masa nifas ibu tidak pernah melakukan latihan seperti tidur terlentang dengan
lengan di samping, menarit otot perut selagi menarik nafas, latihan memperkuat
tonus otot vagina, berdiri dengan tungkai kaki dirapatkan dan mengencangkan
otot-otot, pantat, dan pinggul.
d.
Selama
masa nifas ibu tidak mengkonsumsi makanan yang bergizi sehingga memperlambat
masa nifas.
e.
Ibu
tidak melakukan perawatan payudara.
10. Ibu dalam masa nifas sering BAK
karena tubuh membuang cairan ekstra yang tersimpan selama sembilan bulan
terakhir. Namun di sisi lain, terjadi peningkatan keluarnya keringat dan rasa
haus, kondisi ini terjadi ketika tubuh sedang bekerja keras dalam memproduksi air
susu.
11.
a.
kala
1 : di mulai ketika telah tercapai kontraksi uterus dengan frekuensi,
intensitas, dan durasi yang cukup untuk menghasilkan pendataran dan dilatasi
serviks yang progresif. Kala 1 persalinan selesai ketika serviks sudah membuka
lengkap (10 cm)
(stadium
pendataran dan dilatasi serviks)
b. kala 2 : dimulai ketika dilatasi
serviks sudah lengkap, dan berakhir ketika janin sudah lahir.
(stadium
ekspulsi janin)
c. kala 3 : dimulai segera setelah
janin lahir, dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban janin.
(stadium
pemisahan dan ekspulsi plasenta)
12.
persalinan
normal tidak bisa dilakukan apabila ibu mempunyai beberapa komplikasi seperti
disproporsi fetopelfik, tidak ada kehamilan ganda, tidak ada yang di obati
dengan sedasi berat, analgesia konduksi, oksitosin, intervensi operatif, tidak
mempunyai panggul normal, dan bayi harus berukuran rata-rata.
13.
Karena
bayinya distress dan bisa digunakan melalui vakum.
Refrensi :
o
Asuhan
Kehamilan Pada Masa Nifas (Ari Sulistyawati, Jakarta Salemba Medika 2009)
o
Buku
kamus saku kebidanan
o
Hanifa,
Prawirodihardjo. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
o
JOHARIYAH, EMA WAHYU NINGRUM .2012.
ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN & Bayi Baru Lahir. Jakarta : Trans Info Media
No comments:
Post a Comment