Tuesday, June 4, 2013

Soal Biologi Reproduksi Bidan A Semester 2



Soal :
1.      Apa yang di maksud dengan hemokonsentrasi?
2.      Apa yang di maksud dengan deep vein thrombosis (DVT)?
3.      Apa yang di maksud dengan plasenta degenerasi?
4.      Bagaimana cara mengatasi macam-macam komplikasi atau infeksi yang terjadi pada  masa nifas?
5.      Berikan contoh infeksi sekunder dan primer?
6.      Bagaimana cara mengatasi nyeri miometrium pada masa persalinan?
7.      Jelasakan bagaimana mekanisme kerja oksitosin?
8.      mengapa bayi tidak turun-turun sedangkan pembukaan sudah lengkap?
9.      Apa yang menyebabkan masa nifas ibu menjadi lama?
10.  Mengapa ibu nifas sering BAK?
11.  Apa perbedaan kala 1, 2, dan 3 dalam mekanisme persalinan?
12.  Apa saja yang terjadi pada komplikasi persalinan normal?
13.  Jika masih dalam pembukaan sang ibu di berikan suntikan oksitosin untuk mengeluarkan bayinya, dan bayinya tidak mau keluar, jelaskan mengapa?
Jawaban :
1.      Hemokonsentrasi adalah peningkatan jumlah sel darah merah yang dihasilkan baik dari penurunan volume plasma atau peningkatan produksi eritrosit.
2.      Deep vein thrombosis (DVT) adalah bekuan darah yang dapat membawa kematian jika menimbulkan penyumbatan total, misalnya bekuan darah didalam arteri koronaria akan menimbulkan serangan jantung atau bekuan darah didalam pembuluh darah serebral akan menyebabkan stroke.
3.      Degenerasi adalah perubahan struktural yang menurunkan vitalitas jaringan tempat perubahan itu terjadi. Jadi, plasenta degenerasi disini maksudnya adalah tempatdimana implintasi plasenta pada endometrium mengalami penurunan vitalitas jaringan.
4.      Cara mengatasi macam-macam komplikasi atau infeksi yang terjadi pada  masa nifas adalah :
a.       Luka-luka dirawat dengan baik, jangan sampai kena infeksi, begitu pula alat-alat dan pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat kandungan steril.
b.      Penderita dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi dalam ruangan khusus, tidak bercampur dengan ibu sehat.
c.       Pengunjung-pengunjung dari luar hendaknya pada hari-hari pertama dibatasi sedapat mungkin.
5.      Contoh infeksi sekunder :
Involusi uterus yang berlangsung lambat ( sub involusi ) yang mengindeksasikan adanya ritensi produk konsepsi yang biasanya ditandai dengan adanya 10 chia rubra yang terus menerus keluar disertai bau yang menusuk.
Contoh infeksi primer :
Endometritis.
6.      Cara mengatasi nyeri miometrium pada masa persalinan adalah dengan cara melakukan latihan fisik, melatih pernafasan, melakukan relaksasi agar mendorong kontraksi uterus, mandi air hangat dan melakukan yoga.
7.      Oksitosin dapat diberikan dengan cara intramuscular, intravena,sublingual atau intrasal. Oksitosin bekerja dalam waktu satu menit setelah pemberian intravena, kemudian menjadi stabil selama 15-60 menit. Waktu paruh oksitosin diperkirakan dari 1-2 menit, oksitosin akan di eliminasi dalam waktu 30-40 menit sesudah pemberiannya.
8.      Pembukaan sudah lengkap tetapi bayi tidak turun-turun disebabkan karena sempitnya panggul dan bisa juga disebabkan karena prolapsus tali pusat dan kematian janin.
9.      Yang menyebabkan masa nifas ibu menjadi lama mungkin dikarenakan :
a.       Ibu tidak memperhatikan kebersihan pada daerah alat kelaminnya (vulva hygiene dan personal hygiene) mengakibatkan lamanya robekan atau luka pada vagina akibat melahirkan sukar atau lama untuk menjadi kering karena keadaan yang selalu kotor.
b.      Kurang istirahat selama masa nifas karena kurang istirahat akan menyebabkan pengurangan jumlah ASI yang di produksi, memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan.
c.       Selama masa nifas ibu tidak pernah melakukan latihan seperti tidur terlentang dengan lengan di samping, menarit otot perut selagi menarik nafas, latihan memperkuat tonus otot vagina, berdiri dengan tungkai kaki dirapatkan dan mengencangkan otot-otot, pantat, dan pinggul.
d.      Selama masa nifas ibu tidak mengkonsumsi makanan yang bergizi sehingga memperlambat masa nifas.
e.       Ibu tidak melakukan perawatan payudara.
10.  Ibu dalam masa nifas sering BAK karena tubuh membuang cairan ekstra yang tersimpan selama sembilan bulan terakhir. Namun di sisi lain, terjadi peningkatan keluarnya keringat dan rasa haus, kondisi ini terjadi ketika tubuh sedang bekerja keras dalam memproduksi air susu.
11.   
a.       kala 1 : di mulai ketika telah tercapai kontraksi uterus dengan frekuensi, intensitas, dan durasi yang cukup untuk menghasilkan pendataran dan dilatasi serviks yang progresif. Kala 1 persalinan selesai ketika serviks sudah membuka lengkap (10 cm)
(stadium pendataran dan dilatasi serviks)
b.      kala 2 : dimulai ketika dilatasi serviks sudah lengkap, dan berakhir ketika janin sudah lahir.
(stadium ekspulsi janin)
c.       kala 3 : dimulai segera setelah janin lahir, dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban janin.
(stadium pemisahan dan ekspulsi plasenta)
12.  persalinan normal tidak bisa dilakukan apabila ibu mempunyai beberapa komplikasi seperti disproporsi fetopelfik, tidak ada kehamilan ganda, tidak ada yang di obati dengan sedasi berat, analgesia konduksi, oksitosin, intervensi operatif, tidak mempunyai panggul normal, dan bayi harus berukuran rata-rata.
13.  Karena bayinya distress dan bisa digunakan melalui vakum.
Refrensi :
o   Ambarwati, Eny Retna. 2011. Asuhan Kebidanan Nifas. Jakarta : Mitra Cendekia Press
o   Asuhan Kehamilan Pada Masa Nifas (Ari Sulistyawati, Jakarta Salemba Medika 2009)
o   Buku kamus saku kebidanan
o   Hanifa, Prawirodihardjo. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
o   JOHARIYAH, EMA WAHYU NINGRUM .2012. ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN & Bayi Baru Lahir. Jakarta : Trans Info Media

No comments:

Post a Comment